• UGM
  • IT Center
Universitas Gadjah Mada Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Visi & Misi
    • Sejarah
  • Staf dan Afiliasi
    • Pimpinan
    • SDM
    • Researchers
    • Kolaborator Nasional
    • Kolaborator Internasional
    • Magister Bioetika
    • UNESCO Chair on Bioethics
  • Kegiatan dan Berita
    • Berita Terbaru
    • Pelatihan
    • Pendidikan
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
    • Program Rutin
      • Raboan
      • Bioethics HELP Course
    • International Conference
      • IBHC 2024
    • Konsultasi Klinis
    • SDGs
    • Acara Mendatang
  • Artikel dan Publikasi
    • Ethics & Perspectives
    • Briefings and Publications
      • Journal Article
      • Book Chapter
      • Teaching Module
      • Project Report
      • Others
  • Kursus dan Pelatihan
    • Kursus
  • Beranda
  • Artikel Terbaru
  • Talasemia Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata: Pentingnya Skrining Dini

Talasemia Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata: Pentingnya Skrining Dini

  • Artikel Terbaru, Berita SDGs, Raboan
  • 25 May 2026, 13.21
  • Oleh: ahmaddedi83
  • 0

Penyakit genetik masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang kerap luput dari perhatian. Padahal, beberapa penyakit turunan seperti talasemia dapat memberikan dampak besar terhadap kualitas hidup penderitanya, mulai dari aspek kesehatan fisik hingga kondisi sosial dan ekonomi keluarga. Rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini membuat upaya pencegahan talasemia masih perlu terus diperkuat melalui edukasi dan skrining kesehatan yang tepat.

Sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, Center for Bioethics and Medical Humanities Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan kegiatan RABOAN dengan mengangkat topik mengenai talasemia dan urgensi skrining dini dalam kesehatan masyarakat. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. dr. Tri Ratnaningsih, M.Kes., Sp.PK, Subsp.H.K.(K), Subsp.B.D.K.T.(K) selaku Ketua Program Studi PPDS Patologi Klinik FK-KMK UGM, dengan moderator Ns. Wahyu Dewi Sulistyarini, M.S.N.

Dalam pemaparannya, Dr. Tri Ratnaningsih menjelaskan bahwa talasemia merupakan penyakit genetik yang ditandai dengan berkurangnya atau tidak terbentuknya protein hemoglobin dalam sel darah merah. Kondisi ini menyebabkan gangguan pengangkutan oksigen dalam tubuh dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi kesehatan apabila tidak ditangani secara optimal.

Diskusi diawali dengan penjelasan mengenai asal istilah talasemia yang berasal dari bahasa Yunani, serta distribusi kelainan sel darah merah di berbagai wilayah dunia, termasuk Indonesia. Tingginya angka pembawa sifat (carrier) talasemia menjadi perhatian penting karena berpengaruh terhadap risiko lahirnya anak dengan talasemia mayor.

Selain membahas definisi dan penyebab talasemia, sesi ini juga mengulas manifestasi klinis, tanda dan gejala, jenis-jenis talasemia, hingga dampak penyakit terhadap kondisi fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi pasien maupun keluarga. Peserta turut memperoleh pemahaman mengenai pendekatan pengobatan talasemia seperti transfusi darah rutin, terapi kelasi besi, serta pentingnya pemantauan kesehatan jangka panjang.

Dalam kegiatan ini, pemeriksaan laboratorium sebagai bagian dari deteksi dini talasemia menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Skrining talasemia dinilai penting untuk mengidentifikasi pembawa sifat (carrier) sehingga dapat mendukung langkah pencegahan dan pengambilan keputusan kesehatan yang lebih tepat, khususnya dalam perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi.

Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-Being, yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat melalui edukasi kesehatan, deteksi dini, serta penguatan upaya preventif terhadap penyakit genetik seperti talasemia.

Rekaman RABOAN dapat dilihat kembali melalui link berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=WzhjVi3WsMY

Penulis : Ardhini Nugrahaeni, M.K.M
Editor : Rafi

Tags: RABOAN SDGs 3 Talasemia

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Berita lainnya

  • RABOAN CBMH UGM Bahas Bioetika 7.0: Siapa Pemilik DNA di Era Metaverse?
    July 9, 2026
  • CBMH FK-KMK UGM Lolos Pendanaan Program Pengabdian Masyarakat Universitas Gadjah Mada 2026, Siap Kembangkan Sistem Social Prescribing Berbasis Komunitas untuk Pasien TBC di Kalurahan Sriharjo, Bantul
    July 7, 2026
  • Ketika AI Menjadi Teman Curhat: Perlukah Transformasi Bioetika Menuju Era Digital Mental Health?
    July 2, 2026
  • HELP Course Batch 7 Series 6 Bahas Penguatan Kompetensi Bioetika dalam Pendidikan Kedokteran
    June 25, 2026
  • Foto bersama kader dan lurah kricak CBMH UGM Kembali Laksanakan Pengabdian Masyarakat melalui Program Penguatan dan Pendampingan Kader Paliatif di Kelurahan Kricak
    June 22, 2026
  • CBMH FK-KMK UGM - UNESCO CHAIR ON BIOETHICS - Penelitian Tim Penelitian CBMH Laksanakan FGD Stakeholder di BPSTW Abiyoso untuk Mengkaji Otonomi dan Persepsi Lansia di Panti Werdha
    June 22, 2026
Universitas Gadjah Mada

Gedung Penelitian dan Pengembangan FKKMK UGM Lt. 1 Sayap Utara

0274 547489
cbmhfkugm@ugm.ac.id

© Center for Bioethics and Medical Humanities Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY