
Yogyakarta, 3 Juli 2026 – Pusat Kajian Bioetika dan Humaniora Kesehatan (Center for Bioethics and Medical Humanities/CBMH) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada berhasil memperoleh pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada Tahun Anggaran 2026 melalui program berjudul “Pengembangan Sistem Social Prescribing Berbasis Komunitas untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis (TBC) di Kalurahan Sriharjo, Kabupaten Bantul.”
Program pengabdian ini diketuai oleh Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, M.A., bersama tim multidisiplin dari CBMH FK-KMK UGM. Melalui program ini, CBMH akan mengembangkan sistem social prescribing berbasis komunitas sebagai pendekatan inovatif yang mengintegrasikan layanan kesehatan dengan dukungan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas hidup pasien tuberkulosis (TBC).
Sebagai langkah awal implementasi, tim CBMH telah melakukan kunjungan koordinasi dengan Pemerintah Kalurahan Sriharjo. Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Lurah Sriharjo, Titik Istiyawatun Khasanah, S.I.P., untuk membahas rencana pelaksanaan program, membangun sinergi dengan pemerintah kalurahan, serta menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan strategi pengabdian yang akan dilaksanakan.
Program ini akan dilaksanakan melalui kemitraan dengan Pemerintah Kalurahan Sriharjo dan UPTD Puskesmas Imogiri II. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat dukungan bagi pasien TBC melalui pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada keberhasilan terapi medis, tetapi juga memperhatikan aspek psikososial, pemberdayaan komunitas, dan peningkatan jejaring sosial di tingkat masyarakat.
Hasil yang diharapkan melalui pengembangan sistem social prescribing berbasis komunitas yaitu meningkatnya kualitas hidup pasien TBC, meningkatnya kepatuhan terhadap pengobatan, berkurangnya stigma terhadap pasien TBC, menguatnya jejaring sosial dan dukungan masyarakat, serta terbangunnya kemandirian dan keberlanjutan program berbasis komunitas yang dapat terus dikembangkan bersama pemerintah daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Program ini juga menjadi wujud komitmen CBMH FK-KMK UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas hidup pasien TBC, SDG 4 (Quality Education) melalui edukasi serta penguatan kapasitas masyarakat dan pemangku kepentingan lokal, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan inovasi layanan kesehatan yang berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi tersebut, CBMH berharap model social prescribing berbasis komunitas yang dikembangkan di Kalurahan Sriharjo dapat menjadi praktik baik (best practice) yang dapat direplikasi di wilayah lain sebagai bagian dari penguatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat di Indonesia.
Editor : Rafi





