• UGM
  • IT Center
Universitas Gadjah Mada Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Visi & Misi
    • Sejarah
  • Staf dan Afiliasi
    • Pimpinan
    • SDM
    • Researchers
    • Kolaborator Nasional
    • Kolaborator Internasional
    • Magister Bioetika
    • UNESCO Chair on Bioethics
  • Kegiatan dan Berita
    • Berita Terbaru
    • Pelatihan
    • Pendidikan
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
    • Program Rutin
      • Raboan
      • Bioethics HELP Course
    • International Conference
      • IBHC 2024
    • Konsultasi Klinis
    • SDGs
    • Acara Mendatang
  • Artikel dan Publikasi
    • Ethics & Perspectives
    • Briefings and Publications
      • Journal Article
      • Book Chapter
      • Teaching Module
      • Project Report
      • Others
  • Kursus dan Pelatihan
    • Kursus
  • Beranda
  • Activity
  • CBMH UGM Presentasikan Pengembangan Social Prescribing bagi Pasien TBC dalam ICCEESD 2026

CBMH UGM Presentasikan Pengembangan Social Prescribing bagi Pasien TBC dalam ICCEESD 2026

  • Activity, Artikel Terbaru, Berita SDGs, Pengabdian Masyarakat
  • 5 October 2026, 10.22
  • Oleh: ahmaddedi83
  • 0

bioetika cbmh ugm
Yogyakarta, 2 Oktober 2026 — Upaya meningkatkan kesehatan masyarakat tidak hanya membutuhkan intervensi medis, tetapi juga pemahaman terhadap kondisi sosial dan kebutuhan masyarakat. Pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu bagian penting dalam mengembangkan dukungan kesehatan yang sesuai dengan konteks kehidupan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) UGM turut berpartisipasi dalam The 4th International Conference on Community Engagement and Education for Sustainable Development (ICCEESD) 2026, yang diselenggarakan di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. ICCEESD 2026 berlangsung pada 1–3 Oktober 2026 dengan tema Strengthening Education for Sustainability Towards Better Community Engagement.

Dalam konferensi yang mempertemukan berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan pembangunan berkelanjutan tersebut, CBMH UGM hadir dalam kategori Community Empowerment | Health, Social, Institutional, Rural and Environmental Development.

Pada kesempatan ini, presentasi CBMH UGM diwakili oleh Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, MA, selaku Ketua Kegiatan Pengabdian Masyarakat CBMH UGM. Beliau mempresentasikan hasil kegiatan dengan judul “Exploring the Needs for Developing Social Prescribing System for Tuberculosis Patients: A Qualitative Study of Patient and Stakeholder Perspectives in Sriharjo, Bantul, Indonesia.”

Presentasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat CBMH UGM dalam mengembangkan Social Prescribing Berbasis Komunitas bagi pasien tuberkulosis (TBC) di Kalurahan Sriharjo, Bantul. Program ini sebelumnya memperoleh pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat UGM Tahun Anggaran 2026 dan dirancang untuk memahami kebutuhan pasien serta membangun pendekatan dukungan yang melibatkan komunitas dan berbagai pemangku kepentingan.

Dalam pelaksanaannya, tim CBMH UGM telah melakukan observasi dan need assessment bersama UPTD Puskesmas Imogiri II. Proses tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi dan kebutuhan pasien TBC, termasuk aspek kesehatan, lingkungan, kondisi sosial, serta kemungkinan stigma yang dihadapi pasien. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan melalui home visit untuk memahami kondisi pasien secara lebih dekat dalam konteks kehidupan sehari-hari.

bioetika cbmh ugm

Melalui kegiatan di ICCEESD 2026, pengalaman tersebut dibagikan dalam ruang akademik dan pengabdian masyarakat untuk membuka kesempatan pertukaran pengetahuan dan gagasan mengenai pengembangan pendekatan social prescribing yang sesuai dengan kebutuhan komunitas. Partisipasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya CBMH UGM untuk terus mengembangkan kegiatan pengabdian yang berangkat dari kondisi nyata dan kebutuhan masyarakat.

Keikutsertaan CBMH UGM dalam ICCEESD 2026 juga sejalan dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Pengembangan Social Prescribing Berbasis Komunitas bagi pasien TBC secara langsung berkaitan dengan SDG 3: Good Health and Well-being, melalui upaya mendukung kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, keterlibatan berbagai pihak yaitu perguruan tinggi, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah kalurahan, kader, pasien, keluarga, dan komunitas mencerminkan semangat SDG 17: Partnerships for the Goals dalam membangun kolaborasi untuk mendukung kesehatan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi CBMH UGM dalam menghubungkan pengetahuan, pengabdian kepada masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan melalui pendekatan yang berbasis pada kebutuhan komunitas.

Editor: Rafi

Tags: ICCEESD 2026 SDGs 17 SDGs 3

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Berita lainnya

  • CBMH UGM Bersama RSA UGM Jajaki Peluang Kolaborasi Akademik dengan Baylor University dan Baylor College of Medicine
    October 26, 2026
  • raboan bioetika ugm RABOAN Bahas Tantangan Keadilan Distributif dan Otonomi dalam Pengembangan Sistem Peringatan Dini Risiko Kegawatdaruratan Maternal
    October 8, 2026
  • CBMH UGM Kembangkan Bioethics Connect untuk Perkuat Jejaring dan Kolaborasi di Bidang Bioetika
    October 5, 2026
  • bioetika cbmh ugm CBMH UGM Presentasikan Pengembangan Social Prescribing bagi Pasien TBC dalam ICCEESD 2026
    October 5, 2026
  • bioetika cbmh ugm CBMH UGM Dorong Kajian Human Flourishing dari Berbagai Perspektif
    October 5, 2026
  • PENGABDIAN MASYARAKAT CBMH FKKMK UGM Menjangkau Pasien TBC Lebih Dekat dengan “Home Visit”, CBMH UGM Lanjutkan Pengembangan Social Prescribing Berbasis Komunitas di Sriharjo
    October 1, 2026
Universitas Gadjah Mada

Gedung Penelitian dan Pengembangan FKKMK UGM Lt. 1 Sayap Utara

0274 547489
cbmhfkugm@ugm.ac.id

© Center for Bioethics and Medical Humanities Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY