Yogyakarta, 7 Agustus 2026 – Sebagai tindak lanjut dari kegiatan Penguatan dan Pendampingan KASIH (Kader Siaga Perawatan Paliatif Humanis) Tahun 2026, Program Studi Magister Bioetika Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM melaksanakan kegiatan home visit kepada keluarga pasien paliatif di Kelurahan Kricak, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta pada 6–7 Agustus 2026.
SDGs 17

Prinsip beneficence atau berbuat baik merupakan salah satu pilar utama dalam bioetika yang menekankan kewajiban tenaga kesehatan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pasien. Namun, bagaimana nilai tersebut diwujudkan dalam praktik nyata di tengah masyarakat? Bagaimana kepedulian, empati, dan pendampingan dapat menjadi bagian dari pelayanan kesehatan yang humanis?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi fokus diskusi dalam RABOAN (Research and Bioethics Perspective Sharing) yang diselenggarakan oleh Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) FK-KMK Universitas Gadjah Mada pada Rabu, 5 Agustus 2026. Mengangkat tema “Beneficence in Action: Rumah Singgah Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DIY sebagai Implementasi Pelayanan Kesehatan yang Humanis”, kegiatan ini menghadirkan dr. R.A. Arida Oetami, M.Kes, dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM sekaligus pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DIY, dengan moderator Fahmi Baiquni, S.Psi., MPH dari Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta.

Setelah mengulas dimensi agama dan bioetika pada Discussion Series 1, Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) kembali menyelenggarakan RABOAN Bioetika Discussion Series 2 bertajuk “Biology and Belief: Charting the Ethics of Surplus Embryo Utilization” pada Rabu (29/7). Diskusi lanjutan ini menghadirkan perspektif klinis mengenai pengelolaan embrio surplus dalam Assisted Reproductive Technology (ART), khususnya In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung, dengan menyoroti tantangan ilmiah, etik, hukum, dan praktik klinis yang dihadapi dalam layanan fertilitas modern.

Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan RABOAN Bioetika Special Series 1 bertajuk “Biology and Belief: Charting the Ethics of Surplus Embryo Utilization – 1st Series” pada Rabu (22/7). Diskusi ini menghadirkan dua pakar dari bidang bioetika dan studi agama untuk mengulas salah satu isu paling kompleks dalam perkembangan teknologi reproduksi berbantu, yaitu pemanfaatan embrio surplus hasil In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung.

Yogyakarta, 16 Juli 2026 – Program Studi Magister Bioetika, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM menyelenggarakan kegiatan Penguatan dan Pendampingan KASIH (Kader Siaga Perawatan Paliatif Humanis) Tahun 2026 pada 15–16 Juli 2026 di Kelurahan Kricak, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diikuti oleh lebih dari 30 peserta yang terdiri atas kader kesehatan dan anggota keluarga yang mendampingi pasien paliatif di wilayah Kelurahan Kricak. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat dalam memberikan pendampingan kepada pasien dengan penyakit kronis maupun kondisi yang membutuhkan perawatan paliatif, sehingga pasien dapat memperoleh perawatan yang lebih berkualitas, bermartabat, dan berpusat pada kebutuhan pasien serta keluarga.
Ruang Diskusi Interdisipliner Mengulas Masa Depan Bioetika, AI, Omics, dan Kedokteran Presisi di Era Digital

Kemajuan teknologi kesehatan yang semakin terintegrasi dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), genomik, serta dunia digital mendorong lahirnya berbagai pertanyaan baru yang tidak hanya bersifat ilmiah, tetapi juga etis, hukum, dan kemanusiaan. Di tengah transformasi tersebut, diperlukan ruang dialog yang mampu mempertemukan berbagai perspektif agar perkembangan teknologi tetap berjalan seiring dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Menjawab kebutuhan tersebut, Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) FK-KMK Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan RABOAN (Research and Perspective Sharing) pada Rabu (8/7/2026) secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube CBMH UGM. Mengusung tema “The Art of Bioethics 7.0: Who Owns Your DNA in the Metaverse? Bioethics, Omics, AI, and Personalized Medicine in the Age of Digital Humans”, forum ini menjadi wadah diskusi mengenai tantangan bioetika di era digital yang semakin kompleks.

Yogyakarta, 3 Juli 2026 – Pusat Kajian Bioetika dan Humaniora Kesehatan (Center for Bioethics and Medical Humanities/CBMH) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada berhasil memperoleh pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada Tahun Anggaran 2026 melalui program berjudul “Pengembangan Sistem Social Prescribing Berbasis Komunitas untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis (TBC) di Kalurahan Sriharjo, Kabupaten Bantul.”
Yogyakarta, 19 Juni 2026 – Sebagai kelanjutan dari program pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya, Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) Universitas Gadjah Mada kembali menginisiasi kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Penguatan dan Pendampingan KASIH (Kader Siaga Perawatan Paliatif Humanis) di Kelurahan Kricak, Yogyakarta.”
Sebagai langkah awal pelaksanaan program, tim pengabdian masyarakat CBMH melakukan kunjungan dan koordinasi dengan Pemerintah Kelurahan Kricak pada Jumat (19/6). Dalam kunjungan tersebut, tim CBMH diwakili oleh Wahyu Dewi Sulistyarini, Dewi Afiyandari, dan Ardhini Nugrahaeni, yang hadir untuk memperkenalkan rencana kegiatan, membangun kolaborasi dengan para pemangku kepentingan setempat, serta melakukan pemetaan awal terhadap kader yang akan terlibat dalam program.

Yogyakarta, 5 Juni 2026 — Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM) bersama UNESCO Chair in Bioethics UGM menyelenggarakan kegiatan Sharing Session on Bioethics Research Experience sebagai bagian dari rangkaian program Student Visit yang diikuti oleh Bryce Bennett, mahasiswa tingkat akhir dari Colgate University, Amerika Serikat, yang memiliki ketertarikan pada bidang bioetika.
Kegiatan ini mempertemukan Bryce Bennett dengan mahasiswa Program Studi Magister Bioetika UGM dalam sebuah forum diskusi yang hangat, terbuka, dan interaktif. Diskusi dipandu oleh dr. Wika Hartanti, MIH, selaku perwakilan dari CBMH dan UNESCO Chair in Bioethics UGM, yang memfasilitasi pertukaran pengalaman, gagasan, serta refleksi kritis mengenai berbagai isu etik yang berkembang dalam konteks global maupun lokal.

Di tengah pesatnya perkembangan riset kesehatan dan medis, muncul pertanyaan mendasar: bagaimana memastikan penelitian tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga tetap menjunjung tinggi hak, martabat, dan keselamatan manusia? Pertanyaan inilah yang menjadi dasar penyelenggaraan HELP (Humanity–Ethics–Legal–Professionalism) Course 3rd Series dengan tema “Health and Medical Research”.
HELP Course merupakan salah satu agenda rutin yang diselenggarakan oleh Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) FK-KMK UGM. Kursus ini terbuka untuk tenaga kesehatan dari berbagai latar belakang, dengan tujuan membekali mereka pengetahuan teoritis sekaligus keterampilan praktis di bidang etika kedokteran dan humaniora kesehatan. Program ini terdiri atas enam seri dengan tema yang berbeda-beda, yang relevan untuk diterapkan baik dalam konteks pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari tenaga kesehatan.





