Pusat Bioetika dan Humaniora Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (CBMH FK-KMK UGM) sukses menyelenggarakan pengabdian masyarakat berupa Pelatihan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat di Balai Kalurahan Gading, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunung Kidul pada Rabu, 13 Agustus 2025. Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, M.A. dan dimonitor langsung oleh Ema Madyaningrum, S.Kep. Ns., M.Kes., Ph.D. dengan dukungan penuh dari Pusat Rehabilitasi YAKKUM, Puskesmas Playen I, Puskesmas Playen II dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul.
Activity
Di tengah perjalanan merawat pasien dengan penyakit yang mengancam jiwa, perawat sering berada di posisi yang tidak mudah. Mereka menjadi pendengar, penghubung antara pasien dan tim medis, sekaligus pemberi dukungan bagi keluarga yang sedang cemas. Dalam situasi ini, perawat dihadapkan pada tantangan untuk tetap menjalankan tugas dengan penuh empati, sambil memegang teguh prinsip etika keperawatan. Inilah yang menjadi fokus pembahasan Webinar Bioethics Series pada Sabtu, 9 Agustus 2025, dengan tema Etika Keperawatan pada Penyakit yang Mengancam Jiwa.
Pusat Kajian Bioetika dan Humaniora Kesehatan (Center for Bioethics and Medical Humanities/CBMH) Universitas Gadjah Mada memulai tahap awal kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada pemetaan data dan informasi desa disabilitas di Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 10 Juli 2025, dengan kunjungan lapangan ke Puskesmas Playen 1 dan Puskesmas Playen 2, serta ke Kantor Kelurahan Gading.
Tahap awal ini bertujuan untuk mengumpulkan data dasar mengenai jumlah, sebaran, dan kondisi warga penyandang disabilitas di wilayah tersebut, termasuk layanan kesehatan, dukungan sosial, dan fasilitas publik yang tersedia. Informasi yang diperoleh akan menjadi dasar perencanaan program intervensi, pelatihan, dan pendampingan yang lebih tepat sasaran pada tahap berikutnya.
Bantul, 3 Agustus 2025 – Tim Pengabdian Masyarakat dari Center for Bioethics and Medical Humanities FK-KMK Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan Healing Garden Therapy bertajuk “Generation in Bloom: Combating Ageism through Healing Gardens” di Dusun Salam Wetan, Bangunjiwo, Bantul. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan ruang sehat dan ramah lansia melalui pendekatan “healing garden”, serta sebagai media edukasi lintas usia untuk mengatasi stigma dan diskriminasi usia (ageism).
Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM) turut berpartisipasi dalam kegiatan International Bioethics Symposium and Workshop yang diselenggarakan pada 3–4 Juli 2025 di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang. Tiga orang delegasi dari CBMH FKKMK UGM yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, M.A., dr. Agnes Bhakti Pratiwi, MPH, PhD, dan Ardhini Nugrahaeni, M.K.M.
Yogyakarta, 22 November 2024 — Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) UGM, telah menyelenggarakan Deklarasi Hidup Sehat di Lapangan Segoro Amarto RW 13, Kelurahan Kricak, Yogyakarta. Acara ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan sejak tahun lalu, dengan tujuan meningkatkan literasi kesehatan dan assertiveness masyarakat terhadap layanan kesehatan. Rangkaian pengabdian masyarakat ini mendukung Sustainable Development Goals No. 3 Good Health and Wellness dengan harapan mendukung Sustainable Development Goals No. 11 Sustainable Cities and Communities.
Writers
Agnes Bhakti Pratiwi
Hermawati Setiyaningsih
Maarten Olivier Kok
Trynke Hoekstra
Ali Ghufron Mukti
Elizabeth Pisani
Abstract
Objectives
To analyse the relationship between health need, insurance coverage, health service availability, service use, insurance claims and out-of-pocket spending on health across Indonesia.
Design
Secondary analysis of nationally representative quantitative data. We merged four national data sets: the National Socioeconomic Survey 2018, National Census of Villages 2018, Population Health Development Index 2018 and National Insurance Records to end 2017. Descriptive analysis and linear regression were performed.
Writers
Agnes Bhakti Pratiwi
Retna Siwi Padmawati
Dick L. Willems
Background:
The importance and attention to patient privacy in recent decades have been directed mostly toward medical data protection in electronic means. Hence, other aspects of patients’ privacy were overlooked, particularly in the primary health care (PHC) level. In the attempt of many countries, including Indonesia, to strive toward universal healthcare provision, a strong and accessible PHC is essential. This situation may create a tension in privacy provision where patients who need to disclose secrets may opt for other facilities, such as hospitals. This study aimed to describe and discuss patients’ and doctors’ perspectives and experiences about privacy in PHC in Indonesia, particularly since the universal coverage started.
Writers
Agnes Bhakti Pratiwi
Retna Siwi Padmawati
Joko Mulyanto
Dick L. Willems
Abstract
Background
Accessible and high-quality primary health care (PHC) is fundamental to countries moving towards universal health coverage. In order to improve the quality of patient-centered care provided in PHC, a comprehensive understanding of patients’ values is crucial to address any gaps in the health care system. This systematic review aimed to identify patients’ values relevant to PHC.
Methods
We searched primary qualitative and quantitative studies about patients’ values related to primary care in PubMed and EMBASE (Ovid) from 2009 to 2020. The studies’ quality was assessed using Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Checklist for both quantitative and qualitative studies and Consolidated Criteria for Reporting Qualitative Studies (COREQ) for qualitative studies. A thematic approach was used in the data synthesis.
Writers
Yayi Suryo Prabandari
Wika Hartanti
Syafriani
Mentari Widiastuti
Riani Witaningrum
Susanna Hilda Hutajulu
Matthew JohnAllsop
Abstract
Introduction
Limited research exists exploring the experience of living with advanced breast cancer in Indonesia. We sought to explore the narratives of women with breast cancer across the illness trajectory to understand their experiences from diagnosis to accessing and undergoing cancer treatments to inform the development of cancer care.
Methods
A nested, exploratory study adopting a qualitative approach. We conducted in-depth face-to-face interviews with women living with advanced breast cancer in Yogyakarta, Indonesia. We purposively sampled participants by age, education and marital status. All interviews were transcribed verbatim with thematic analysis used to identify, analyse and report patterns and themes within the data.