
Dalam situasi gawat darurat, keputusan medis sering kali harus dibuat dalam waktu singkat. Ketika pasien membutuhkan tindakan bedah segera, tenaga medis dihadapkan pada kebutuhan untuk menyelamatkan nyawa sekaligus tetap menghormati hak pasien untuk menentukan keputusan atas dirinya sendiri. Situasi menjadi semakin kompleks ketika pasien tidak sadar, tidak diketahui identitasnya, atau tidak didampingi keluarga.
Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam RABOAN (Rabu Research and Perspective Sharing) yang diselenggarakan pada Rabu, 30 September 2026, pukul 13.00–14.30 WIB secara daring melalui Zoom dan YouTube CBMH UGM. Mengangkat topik “Penerapan Otonomi Pasien Gawat Darurat Bedah di Rumah Sakit”, kegiatan ini menghadirkan Dr. dr. Ery Suhaymi, SH., MH., M.Ked(Surg.), Sp.B-ET, M.Bio.Et, FINACS, Direktur Rumah Sakit Regina Maris Medan, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, sekaligus alumnus Program Magister Bioetika UGM, sebagai pembicara. Diskusi dipandu oleh Fahmi Baiquni, S.Psi., MPH, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta, selaku moderator.














