
Penanganan tuberkulosis (TBC) tidak hanya berkaitan dengan pengobatan medis. Kondisi sosial, lingkungan tempat tinggal, dukungan keluarga, kebiasaan sehari-hari, hingga stigma yang mungkin dihadapi pasien dapat turut memengaruhi proses pengobatan dan kualitas hidup. Karena itu, pendampingan pasien TBC perlu melihat kondisi pasien secara lebih menyeluruh, termasuk situasi yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Melihat kebutuhan tersebut, Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) Universitas Gadjah Mada (UGM) melanjutkan rangkaian pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan home visit kepada pasien TBC di Kalurahan Sriharjo, Bantul, pada Rabu, 2 September 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari observasi dan need assessment yang sebelumnya dilakukan bersama UPTD Puskesmas Imogiri II dalam rangka pengembangan Social Prescribing Berbasis Komunitas di Sriharjo.












