• UGM
  • IT Center
Universitas Gadjah Mada Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Visi & Misi
    • Sejarah
  • Staf dan Afiliasi
    • Pimpinan
    • SDM
    • Researchers
    • Kolaborator Nasional
    • Kolaborator Internasional
    • Magister Bioetika
    • UNESCO Chair on Bioethics
  • Kegiatan dan Berita
    • Berita Terbaru
    • Pelatihan
    • Pendidikan
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
    • Program Rutin
      • Raboan
      • Bioethics HELP Course
    • International Conference
      • IBHC 2024
    • Konsultasi Klinis
    • SDGs
    • Acara Mendatang
  • Artikel dan Publikasi
    • Ethics & Perspectives
    • Briefings and Publications
      • Journal Article
      • Book Chapter
      • Teaching Module
      • Project Report
      • Others
  • Kursus dan Pelatihan
    • Kursus
  • Beranda
  • Artikel Terbaru
  • Tanpa Kalibrasi, Alat Kesehatan Bisa Jadi Ancaman, Bukan Solusi

Tanpa Kalibrasi, Alat Kesehatan Bisa Jadi Ancaman, Bukan Solusi

  • Artikel Terbaru, Berita SDGs, Events, Past Event, Raboan
  • 17 January 2025, 10.05
  • Oleh: cbmhfkugm
  • 0
(Pemaparan materi kalibrasi alat kesehatan oleh Anggie Maulana Subkhan, SKM, M.Bio.Et.)
(Pemaparan materi kalibrasi alat kesehatan oleh Anggie Maulana Subkhan, SKM, M.Bio.Et.)

Yogyakarta, 15 Januari 2025 – Raboan Research and Perspective Sharing kembali hadir dengan topik menarik bertajuk “Permasalahan Etik dalam Pelayanan Kalibrasi Alat Kesehatan”. Acara ini dihadiri oleh para profesional dan praktisi di bidang kesehatan, serta mahasiswa yang tertarik dengan isu bioetika dan kalibrasi alat medis.

Sesi webinar tersebut dipandu oleh pembicara utama, Anggie Maulana Subkhan, SKM, M.Bio.Et, seorang teknisi kalibrasi di Dinas Kesehatan Yogyakarta sekaligus alumnus prodi Magister Bioetika yang memiliki pengalaman mendalam dalam isu-isu etika di dunia medis. Dalam presentasinya, Pak Anggie menyampaikan materi yang sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi sektor kesehatan saat ini, terutama mengenai kalibrasi alat kesehatan. Beliau menjelaskan bagaimana kalibrasi alat medis tidak hanya penting untuk akreditasi, tetapi juga untuk memastikan keamanan pasien dengan menghasilkan pengukuran yang akurat.

Beliau juga mengupas permasalahan etik yang muncul dalam proses kalibrasi, seperti keterbatasan tenaga terlatih, lembaga kalibrasi yang belum terakreditasi, serta kendala anggaran yang sering dihadapi oleh fasilitas kesehatan. Dengan regulasi yang ada, seperti Permenkes 54 Tahun 2015 tentang pengujian dan kalibrasi alat kesehatan, penting bagi semua pihak untuk memahami betapa vitalnya kalibrasi dalam mencegah risiko kesehatan yang serius akibat kesalahan alat.

Diskusi ini memiliki relevansi yang kuat dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Dengan memastikan kalibrasi alat kesehatan dilakukan secara akurat dan etis, layanan kesehatan dapat memberikan hasil diagnosis yang lebih tepat, mengurangi risiko kesalahan medis, dan meningkatkan keselamatan pasien. Selain itu, diskusi ini juga mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui penekanan pada pentingnya regulasi yang adil, penguatan kapasitas institusi, dan tanggung jawab etis dalam pelayanan kesehatan. kolaborasi antarlembaga yang dibahas dalam diskusi ini mencerminkan upaya kolektif untuk mendukung keberlanjutan sistem kesehatan global.

Diskusi Raboan ini memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya etika dalam kalibrasi alat kesehatan dan bagaimana hal tersebut berkontribusi pada kualitas pelayanan medis. Acara ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi kesehatan, lembaga kalibrasi, dan masyarakat untuk memastikan bahwa proses kalibrasi dapat dilakukan dengan baik dan sesuai standar.

(Sesi foto bersama dengan peserta Raboan)
(Sesi foto bersama dengan peserta Raboan)

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Instagram @cbmh_ugm dan @bioetika.ugm atau hubungi kami melalui E-mail cbmhfkugm@mail.ugm.ac.id

Reporter          : Alvira Rahmasari, S.H.G.

Editor              : Rafi Khairuna Wibisono, S.Kom.

Tags: 16 Bioetika UGM SDGs SDGs 3

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Berita lainnya

  • RABOAN Bioetika Special Series 2 Bahas Dilema Etika Pengelolaan Embrio Surplus
    August 3, 2026
  • RABOAN Bioetika Special Series 1 Bahas Perspektif Etika dan Agama tentang Embrio Surplus IVF
    August 3, 2026
  • Penguatan dan Pendampingan KASIH 2026 Perkuat Peran Kader dan Keluarga dalam Perawatan Paliatif Humanis
    July 16, 2026
  • RABOAN CBMH UGM Bahas Bioetika 7.0: Siapa Pemilik DNA di Era Metaverse?
    July 9, 2026
  • CBMH FK-KMK UGM Lolos Pendanaan Program Pengabdian Masyarakat Universitas Gadjah Mada 2026, Siap Kembangkan Sistem Social Prescribing Berbasis Komunitas untuk Pasien TBC di Kalurahan Sriharjo, Bantul
    July 7, 2026
  • Ketika AI Menjadi Teman Curhat: Perlukah Transformasi Bioetika Menuju Era Digital Mental Health?
    July 2, 2026
Universitas Gadjah Mada

Gedung Penelitian dan Pengembangan FKKMK UGM Lt. 1 Sayap Utara

0274 547489
cbmhfkugm@ugm.ac.id

© Center for Bioethics and Medical Humanities Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY