• UGM
  • IT Center
Universitas Gadjah Mada Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Visi & Misi
    • Sejarah
  • Staf dan Afiliasi
    • Pimpinan
    • SDM
    • Researchers
    • Kolaborator Nasional
    • Kolaborator Internasional
    • Magister Bioetika
    • UNESCO Chair on Bioethics
  • Kegiatan dan Berita
    • Berita Terbaru
    • Pelatihan
    • Pendidikan
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
    • Program Rutin
      • Raboan
      • Bioethics HELP Course
    • International Conference
      • IBHC 2024
    • Konsultasi Klinis
    • SDGs
    • Acara Mendatang
  • Artikel dan Publikasi
    • Ethics & Perspectives
    • Briefings and Publications
      • Journal Article
      • Book Chapter
      • Teaching Module
      • Project Report
      • Others
  • Kursus dan Pelatihan
    • Kursus
  • Beranda
  • Artikel Terbaru
  • Webinar RABOAN “Ethics and Moral Dilemma: Approaches For Solving Ethical Dilemmas”

Webinar RABOAN “Ethics and Moral Dilemma: Approaches For Solving Ethical Dilemmas”

  • Artikel Terbaru, Berita SDGs, Past Event, Raboan
  • 3 December 2024, 09.37
  • Oleh: cbmhfkugm
  • 0

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=ZF6448yO1BM[/embedyt]

Yogyakarta, 2 Oktober 2024 – Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM) kembali menyelenggarakan webinar RABOAN bertajuk “Ethics and Moral Dilemma: Approaches For Solving Ethical Dilemmas”. Acara ini menghadirkan Dr. Johanes Haryatmoko, SJ., pakar etika sosial, sebagai narasumber utama, dengan Prof. Syafaatun Almirzanah, M.A., M.Th., Ph.D., D.Min. sebagai moderator.

Webinar ini membahas pendekatan etis dalam mengatasi dilema moral, terutama di bidang kesehatan, dengan menggunakan prinsip-prinsip seperti deontologi, utilitarianisme, proporsionalisme, dan komunitarianisme. Diskusi ini menggarisbawahi pentingnya refleksi mendalam dalam pengambilan keputusan yang etis dan adil, sebuah prinsip yang selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) 3 mengenai kehidupan sehat dan kesejahteraan serta Sustainable Development Goals (SDGs) 16 mengenai perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh.

Dr. Johanes Haryatmoko menyoroti bahwa “yang legal belum tentu moral.” Keputusan etis, terutama di ranah medis, tidak cukup jika hanya berdasarkan hukum formal, tetapi juga memerlukan analisis mendalam terhadap konteks sosial dan budaya.

Salah satu contoh yang diangkat adalah kasus seorang ibu yang menolak aborsi meski mendapat tekanan kuat dari keluarga. Menurut Dr. Haryatmoko, keputusan tersebut menegaskan pentingnya menghormati otonomi individu sembari tetap mempertimbangkan nilai-nilai kolektif.

Prof. Syafaatun menambahkan bahwa sering kali dilema moral bermula dari kurangnya komunikasi yang efektif. “Sebelum menjadi dilema etika, masalah utamanya adalah komunikasi yang terhambat,” ujarnya. Ia menekankan perlunya dialog terbuka dan inklusif antara tenaga medis dan pasien, yang sejalan dengan upaya SDGs untuk mendorong perdamaian dan keadilan melalui komunikasi yang baik.

Diskusi juga menyoroti dilema etis dalam praktik medis di Indonesia, seperti prosedur preeklampsia, aborsi, dan vasectomy yang kerap bertentangan dengan nilai-nilai agama. Webinar ini menekankan pentingnya pendekatan berbasis nilai lokal dalam merumuskan solusi etis yang manusiawi, sejalan dengan upaya global untuk memastikan akses kesehatan yang adil dan bermartabat.

Sebagai penutup, Dr. Haryatmoko mengingatkan bahwa diskursus yang terbuka dan refleksi mendalam adalah kunci untuk menghadapi dilema moral. “Etika sosial membutuhkan jembatan berupa nilai dan kompetensi untuk menghubungkan visi dengan tindakan,” katanya.

Webinar ini dihadiri oleh peserta yang berasal dari berbagi kalangan mulai dari tenaga medis, akademisi, dan mahasiswa yang aktif mengajukan pertanyaan seputar dilema etis dalam praktik medis. Buku Dr. Haryatmoko yang membahas lebih jauh tentang etika sosial juga menarik perhatian besar dari para peserta.

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai acara selanjutnya silahkan kunjungi situs resmi CBMH UGM

E-mail             : cbmhfkugm@ugm.ac.id

Youtube          : CBMH UGM

Instagram        : cbmh_ugm

 

Reporter          : Rafi Khairuna Wibisono, S.Kom.

Editor              : Alvira Rahmasari, S.H.G.

Tags: Ethics and Moral Dilemma RABOAN SDGs 16 SDGs 3 WEBINAR

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Berita lainnya

  • HELP Course Batch 7 Series 6 Bahas Penguatan Kompetensi Bioetika dalam Pendidikan Kedokteran
    June 25, 2026
  • Foto bersama kader dan lurah kricak CBMH UGM Kembali Laksanakan Pengabdian Masyarakat melalui Program Penguatan dan Pendampingan Kader Paliatif di Kelurahan Kricak
    June 22, 2026
  • CBMH FK-KMK UGM - UNESCO CHAIR ON BIOETHICS - Penelitian Tim Penelitian CBMH Laksanakan FGD Stakeholder di BPSTW Abiyoso untuk Mengkaji Otonomi dan Persepsi Lansia di Panti Werdha
    June 22, 2026
  • AI DALAM BREAST IMAGING AI Semakin Cerdas Membaca Citra Medis, Namun Keputusan Akhir Tetap di Tangan Dokter
    June 11, 2026
  • Models of Clinical Ethics Deliberation Perwakilan CBMH UGM Berpartisipasi dalam Workshop Clinical Ethics Deliberation di Universitas Diponegoro
    June 10, 2026
  • FOTO BERSAMA BRYCE BENNET- CBMH FKKMK UGM Bioethics Students Discussion: Sharing Research Experience, Memperluas Perspektif Etik Melalui Beragam Konteks Kehidupan
    June 5, 2026
Universitas Gadjah Mada

Gedung Penelitian dan Pengembangan FKKMK UGM Lt. 1 Sayap Utara

0274 547489
cbmhfkugm@ugm.ac.id

© Center for Bioethics and Medical Humanities Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY