• UGM
  • IT Center
Universitas Gadjah Mada Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Visi & Misi
    • Sejarah
  • Staf dan Afiliasi
    • Pimpinan
    • SDM
    • Researchers
    • Kolaborator Nasional
    • Kolaborator Internasional
    • Magister Bioetika
    • UNESCO Chair on Bioethics
  • Kegiatan dan Berita
    • Berita Terbaru
    • Pelatihan
    • Pendidikan
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
    • Program Rutin
      • Raboan
      • Bioethics HELP Course
    • International Conference
      • IBHC 2024
    • Konsultasi Klinis
    • SDGs
    • Acara Mendatang
  • Artikel dan Publikasi
    • Ethics & Perspectives
    • Briefings and Publications
      • Journal Article
      • Book Chapter
      • Teaching Module
      • Project Report
      • Others
  • Kursus dan Pelatihan
    • Kursus
  • Beranda
  • Artikel Terbaru
  • Akademik Yes, Empati No? Ayo Tinjau Ulang Seleksi Kedokteran

Akademik Yes, Empati No? Ayo Tinjau Ulang Seleksi Kedokteran

  • Artikel Terbaru, Berita SDGs, Raboan
  • 7 August 2025, 14.50
  • Oleh: cbmhfkugm
  • 0

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=BkXCjorx9Ug[/embedyt]

Yogyakarta, 6 Agustus 2025 — Kualitas pelayanan kesehatan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas tenaga medisnya, terutama para dokter yang berada di garda depan sistem kesehatan. Namun, di balik pencapaian seorang dokter, terdapat proses seleksi yang menentukan siapa yang mendapat kesempatan untuk menempuh pendidikan kedokteran. Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga medis yang berintegritas dan memiliki empati tinggi, muncul pertanyaan mendasar: apakah sistem seleksi mahasiswa baru Fakultas Kedokteran (FK) di Indonesia sudah sesuai dengan kebutuhan zaman?

Isu strategis ini menjadi fokus dalam kegiatan rutin Raboan Discussion Forum pada Rabu, 6 Agustus 2025, yang mengangkat tema “Seleksi Mahasiswa Baru FK: Sudah Tepatkah?”. Acara ini menghadirkan pembicara dr. Hikmah Muktamiroh, MMedEd, SpKKLP, Subsp COPC, yang memaparkan secara komprehensif mengenai dinamika seleksi mahasiswa kedokteran di Indonesia, membandingkannya dengan praktik di negara maju, serta menawarkan berbagai langkah inovatif untuk perbaikan.

Dalam paparannya, dr. Hikmah menyoroti bahwa seleksi mahasiswa FK di Indonesia masih sangat bertumpu pada aspek kognitif, dengan kurangnya penilaian terhadap nilai-nilai etik dan empati. Hal ini berpotensi menghasilkan lulusan yang hanya unggul secara akademik, namun belum tentu memiliki kesiapan untuk menghadapi dinamika hubungan antar manusia dalam praktik klinis

Kesenjangan akses bagi siswa dari daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), komersialisasi pendidikan, serta belum adanya standar nasional seleksi non-akademik juga turut menjadi tantangan serius. Sebagai pembanding, dr. Hikmah mengulas praktik seleksi di negara seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada, yang sudah mengintegrasikan Multiple Mini Interview (MMI), tes kepribadian, hingga seleksi berbasis empati dan komunikasi.

Di akhir sesi, disampaikan beberapa usulan reformasi kebijakan seleksi FK, antara lain: penguatan asesmen soft skills, afirmasi bagi siswa dari daerah 3T, pelatihan bagi dosen pewawancara, serta pelibatan organisasi profesi dan pakar bioetika dalam penyusunan sistem seleksi yang lebih adil dan berorientasi masa depan.

Topik ini menjadi sangat relevan dalam konteks Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being, serta SDG 4: Quality Education dan SDG 10: Reduced Inequalities. Reformasi seleksi pendidikan kedokteran yang inklusif, etis, dan berkeadilan menjadi fondasi penting dalam memastikan setiap warga negara, tanpa terkecuali, dapat mengakses layanan kesehatan yang berkualitas dari tenaga medis yang kompeten dan berintegritas.

 Reporter : Rafi Khairuna Wibisono, S.Kom

Editor : Alvira Rahmasari, SHG

Tags: bioethics SDGs 3 SDGs 4

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Berita lainnya

  • RABOAN CBMH UGM Bahas Bioetika 7.0: Siapa Pemilik DNA di Era Metaverse?
    July 9, 2026
  • CBMH FK-KMK UGM Lolos Pendanaan Program Pengabdian Masyarakat Universitas Gadjah Mada 2026, Siap Kembangkan Sistem Social Prescribing Berbasis Komunitas untuk Pasien TBC di Kalurahan Sriharjo, Bantul
    July 7, 2026
  • Ketika AI Menjadi Teman Curhat: Perlukah Transformasi Bioetika Menuju Era Digital Mental Health?
    July 2, 2026
  • HELP Course Batch 7 Series 6 Bahas Penguatan Kompetensi Bioetika dalam Pendidikan Kedokteran
    June 25, 2026
  • Foto bersama kader dan lurah kricak CBMH UGM Kembali Laksanakan Pengabdian Masyarakat melalui Program Penguatan dan Pendampingan Kader Paliatif di Kelurahan Kricak
    June 22, 2026
  • CBMH FK-KMK UGM - UNESCO CHAIR ON BIOETHICS - Penelitian Tim Penelitian CBMH Laksanakan FGD Stakeholder di BPSTW Abiyoso untuk Mengkaji Otonomi dan Persepsi Lansia di Panti Werdha
    June 22, 2026
Universitas Gadjah Mada

Gedung Penelitian dan Pengembangan FKKMK UGM Lt. 1 Sayap Utara

0274 547489
cbmhfkugm@ugm.ac.id

© Center for Bioethics and Medical Humanities Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY