
Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) melanjutkan rangkaian pengembangan Konsultasi Etika Klinis melalui pertemuan ketiga pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kegiatan dilaksanakan secara blended dengan melibatkan peserta yang hadir secara langsung dan melalui Zoom Meeting. Pertemuan ini berfokus pada penyusunan alur kerja dan penyempurnaan prototipe awal layanan konsultasi etik klinis berbasis web.
Pertemuan ketiga merupakan kelanjutan dari dua diskusi sebelumnya. Pertemuan pertama memetakan kebutuhan dan pengalaman terkait dukungan etik klinis, sedangkan pertemuan kedua memperjelas posisi, ruang lingkup, pengguna, serta batas peran konsultasi etika klinis di CBMH. Pembahasan kali ini bergerak lebih jauh ke tahapan operasional, mulai dari permintaan konsultasi, asesmen awal, pelaksanaan konsultasi, penyusunan rekomendasi, hingga dokumentasi dan evaluasi layanan.
Melalui diskusi, peserta menyepakati rancangan awal prototipe konsultasi etika klinis berbasis web yang akan dikembangkan di CBMH. Alur layanan dimulai dari pengajuan permintaan konsultasi oleh tenaga kesehatan, tim, atau institusi pelayanan kesehatan melalui website CBMH. Setiap permintaan yang masuk akan melalui asesmen awal untuk memahami persoalan etik, kebutuhan pemohon, dan tingkat urgensi kasus. Berdasarkan hasil asesmen tersebut, timĀ menentukan pihak yang perlu dilibatkan serta bentuk konsultasi yang sesuai dengan karakteristik kasus.

Proses konsultasi selanjutnya dilakukan melalui diskusi bersama pemohon dan pihak terkait untuk memperjelas persoalan, melakukan analisis etik, serta mempertimbangkan berbagai alternatif penyelesaian. Hasil pembahasan kemudian dirumuskan menjadi rekomendasi etik tertulis yang disampaikan kepada pemohon. Rekomendasi tersebut bersifat advisory atau tidak mengikat, sebagai bentuk dukungan terhadap pengambilan keputusan klinis. Seluruh tahapan konsultasi akan didokumentasikan secara terstruktur dengan tetap memperhatikan kerahasiaan informasi pasien dan institusi.
Pada tahap berikutnya, hasil diskusi akan diterjemahkan ke dalam tampilan awal website dan formulir layanan. Pertemuan keempat direncanakan untuk mencoba alur tersebut menggunakan kasus simulasi serta memperoleh masukan dari perwakilan rumah sakit jejaring terkait kemudahan penggunaan, kesesuaian dengan proses pelayanan, dan peluang kolaborasi. Uji coba ini menjadi langkah untuk memperbaiki prototipe sebelum digunakan dalam situasi pelayanan yang sesungguhnya.
Melalui proses pengembangan yang bertahap, CBMH FK-KMK UGM berupaya membangun konsultasi etika klinis yang mudah diakses, memiliki alur kerja jelas, dan dapat dijalankan secara bertanggung jawab sesuai konteks pelayanan kesehatan. Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being melalui penguatan pengambilan keputusan klinis yang etis, SDG 4: Quality Education melalui pembelajaran dan pengembangan kompetensi etik, SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions melalui tata kelola layanan yang transparan dan akuntabel, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kerja sama antara pusat akademik dan institusi pelayanan kesehatan.
Reporter: Mahmasoni (SEABION 2026 Internship Awardee)
Editor: Rafi





