• UGM
  • IT Center
Universitas Gadjah Mada Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Visi & Misi
    • Sejarah
  • Staf dan Afiliasi
    • Pimpinan
    • SDM
    • Researchers
    • Kolaborator Nasional
    • Kolaborator Internasional
    • Magister Bioetika
    • UNESCO Chair on Bioethics
  • Kegiatan dan Berita
    • Berita Terbaru
    • Pelatihan
    • Pendidikan
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
    • Program Rutin
      • Raboan
      • Bioethics HELP Course
    • International Conference
      • IBHC 2024
    • Konsultasi Klinis
    • SDGs
    • Acara Mendatang
  • Artikel dan Publikasi
    • Ethics & Perspectives
    • Briefings and Publications
      • Journal Article
      • Book Chapter
      • Teaching Module
      • Project Report
      • Others
  • Kursus dan Pelatihan
    • Kursus
  • Beranda
  • Artikel Terbaru
  • Membahas “Nrima”: Nilai Budaya Jawa yang Mempengaruhi Pelayanan Kesehatan

Membahas “Nrima”: Nilai Budaya Jawa yang Mempengaruhi Pelayanan Kesehatan

  • Artikel Terbaru, Berita SDGs, Raboan
  • 1 August 2025, 10.30
  • Oleh: cbmhfkugm
  • 0

BIOETIKA HUMANIORA MEDICAL ETHICS

Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) Universitas Gadjah Mada kembali mengadakan kegiatan rutin mingguan Raboan Research and Perspective Sharing pada Rabu, 30 Juli 2025. Acara ini dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting dan membahas topik yang sangat relevan saat ini, yaitu “Nrima – a Particular Javanese Value and its Impact on Healthcare”. Narasumber utama pada acara ini adalah drg. Agnes Bhakti Pratiwi,MPH,Ph.D, dosen FK-KMK UGM, dan dimoderatori oleh Ardhini Nugrahaeni,M.K.M

Konsep nrima yang berarti penerimaan tulus terhadap keadaan termasuk penyakit telah mengakar kuat dalam masyarakat Jawa. Nilai ini mencerminkan ketabahan, kesabaran, serta kemampuan adaptif seseorang dalam menghadapi situasi sulit. Dalam konteks kesehatan, nrima dapat mendorong pasien untuk lebih tabah dan patuh dalam menjalani pengobatan jangka panjang, sekaligus mendukung kesehatan mental pasien dalam menghadapi kondisi kronis atau tidak dapat diubah.

Namun, kajian ini juga mengangkat sisi lain dari nrima yang menimbulkan tantangan etis, terutama dalam hal otonomi pasien dan komunikasi dokter-pasien. Pasien yang nrima cenderung pasif, tidak mengungkapkan keluhan secara lengkap, dan tidak menanyakan informasi lebih lanjut dari dokter. Akibatnya, dokter pun dapat memberikan penjelasan yang minim, sehingga berisiko mengurangi kualitas informasi medis yang diterima pasien.

“Dalam konteks SDG 3 tentang ‘Kehidupan Sehat dan Sejahtera’, sangat penting bagi sistem kesehatan untuk tidak hanya memahami nilai budaya lokal seperti nrima, tetapi juga menyeimbangkannya dengan pemenuhan hak-hak pasien,” ujar drg. Agnes. Ia menambahkan, “Tanpa pendekatan komunikasi yang sensitif budaya, kita bisa tidak sengaja menurunkan otonomi pasien dan melemahkan partisipasi mereka dalam pengambilan keputusan medis.”

Lebih jauh, fenomena ini juga bersinggungan dengan SDG 10 mengenai ‘Pengurangan Ketimpangan’. Pasien dari latar belakang budaya tertentu, seperti masyarakat Jawa yang menjunjung tinggi nilai nrima, memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami ketimpangan akses terhadap informasi medis yang lengkap dan pengambilan keputusan yang setara.

Sebagai solusi, drg. Agnes menyarankan edukasi tentang hak-hak pasien, pelatihan bagi tenaga kesehatan untuk menggunakan komunikasi yang sensitif terhadap budaya, dan pemberdayaan pasien untuk lebih berani bertanya dan menyuarakan kebutuhan mereka. Dengan demikian, perawatan kesehatan dapat menjadi lebih inklusif, adil, dan efektif.

Kajian ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat pendekatan locally rooted, globally respected menanamkan nilai lokal dalam sistem kesehatan nasional, namun tetap menjunjung tinggi prinsip etika global.

Reporter : Ardhini Nugrahaeni,M.K.M
Editor : Rafi Khairuna Wibisono, S.Kom

Tags: bioetika RABOAN SDGs 10 SDGs 3

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Berita lainnya

  • BIOETHICS CONNECT – Join the network!
    September 22, 2026
  • Clinical Ethics Consultation Bioethics CBMH FKKMK UGM Mengapa Clinical Ethics Consultation Penting?
    September 22, 2026
  • Clinical Ethics Consultation Bioethics CBMH FKKMK UGM CBMH FK-KMK UGM Awali Rangkaian Pengembangan Clinical Ethics Consultation
    September 22, 2026
  • RABOAN BIOETIKA CBMH UGM Dukun Beranak Masih Dipercaya, Bagaimana Menyikapinya Secara Etis?
    September 21, 2026
  • RABOAN Bahas Aspek Bioetika dalam Standar Kompetensi Dokter Terbaru Tahun 2026
    September 10, 2026
  • Miris! Ketika Global South Hanya Menjadi “Ladang Data” Penelitian
    September 4, 2026
Universitas Gadjah Mada

Gedung Penelitian dan Pengembangan FKKMK UGM Lt. 1 Sayap Utara

0274 547489
cbmhfkugm@ugm.ac.id

© Center for Bioethics and Medical Humanities Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY