
Prinsip beneficence atau berbuat baik merupakan salah satu pilar utama dalam bioetika yang menekankan kewajiban tenaga kesehatan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pasien. Namun, bagaimana nilai tersebut diwujudkan dalam praktik nyata di tengah masyarakat? Bagaimana kepedulian, empati, dan pendampingan dapat menjadi bagian dari pelayanan kesehatan yang humanis?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi fokus diskusi dalam RABOAN (Research and Bioethics Perspective Sharing) yang diselenggarakan oleh Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) FK-KMK Universitas Gadjah Mada pada Rabu, 5 Agustus 2026. Mengangkat tema “Beneficence in Action: Rumah Singgah Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DIY sebagai Implementasi Pelayanan Kesehatan yang Humanis”, kegiatan ini menghadirkan dr. R.A. Arida Oetami, M.Kes, dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM sekaligus pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DIY, dengan moderator Fahmi Baiquni, S.Psi., MPH dari Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta.











