Pelayanan kesehatan modern saat ini berkembang sangat pesat. Kemajuan teknologi medis memungkinkan dokter dan tenaga kesehatan memberikan pelayanan yang berfokus pada pasien seperti transplatasi organ. Perkembangan ini memberikan manfaat besar bagi pasiennamun di sisi lain juga memunculkan berbagai persoalan etik dalam praktik klinis sehari-hari. (Molewijk et al., 2016). Dalam dunia medis, tidak semua keputusan dapat ditentukan hanya berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium atau diagnosis penyakit. Banyak situasi klinis yang melibatkan pertimbangan moral, nilai kemanusiaan, kondisi psikologis pasien, harapan keluarga, serta keterbatasan sumber daya rumah sakit. Kondisi inilah yang sering disebut sebagai dilema etik klinis. (Aulisio et al., 2000).
Arsip:
Essays & Reflections
Oleh: Ika Setyasari, S.Kep.Ns., M.N.Sc
Masih teringat jelas suasana di sudut ruang ICU kala itu. Suara monitor yang berbunyi pelan, selang dan alat yang memenuhi tubuh pasien, serta harapan keluarga yang perlahan bercampur dengan ketakutan. Seorang kerabat dekat sedang berjuang mempertahankan hidupnya dengan berbagai instrumen kesehatan yang menopangnya. Hari demi hari berlalu, namun kondisi tak kunjung menunjukkan perbaikan.
Hingga akhirnya, dokter datang dan menyampaikan kalimat yang begitu berat untuk didengar.





