
Yogyakarta, 21 Januari 2026 —Raboan Research and Perspective Sharing kembali digelar secara perdana di tahun 2026 dengan menghadirkan narasumber dr. Risahmawati, Dr.Med.Sc., MARS (FK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dengan judul “Dari Ruang Kuliah ke Ruang Klinik: Dilema Etik Sehari-hari dalam Pendidikan Profesi Dokter”. Raboan kali ini menjadi forum interaktif untuk membahas tantangan etik yang sering dihadapi mahasiswa profesi dokter di setting klinis.
Risahmawati memaparkan secara komprehensif terkait pengalaman pembelajaran etika klinis yang diterapkan sejak tingkat awal pendidikan profesi di FK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Mahasiswa dibiasakan untuk merefleksikan berbagai dilema etik yang mereka jumpai selama di setting klinis, melalui diskusi terstruktur, presentasi, serta umpan balik dari dosen fakultas dan dokter klinis. Pendekatan ini menekankan bahwa:
”Dilema etik bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan dipahami dan dikelola secara kritis.”
Beragam contoh situasi nyata dibahas, mulai dari tindakan medis di luar kewenangan saat IGD penuh, perundungan verbal terhadap mahasiswa di hadapan pasien, persoalan informed consent, penggunaan foto pasien untuk pembelajaran tanpa persetujuan, hingga dilema profesionalisme pendidik dalam penilaian mahasiswa.
Diskusi ini menegaskan bahwa pendidikan profesi dokter merupakan fase krusial dalam pembentukan karakter etik. Dosen klinis dipandang sebagai role model utama, sedangkan institusi perlu menyediakan ruang aman untuk refleksi dan dialog etik berkelanjutan. Seluruh pemangku kepentingan, seperti mahasiswa, pendidik, tenaga kesehatan, dan manajemen rumah sakit, juga dinilai penting untuk dilibatkan dalam mewujudkan pendidikan kedokteran yang lebih manusiawi dan etis.
Topik ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan mutu layanan kesehatan yang etis, SDG 4 (Quality Education) melalui pendidikan kedokteran yang berintegritas, serta SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui pembangunan budaya keadilan, transparansi, dan akuntabilitas dalam sistem pendidikan dan layanan kesehatan.
Reporter : Ika Setyasari, S.Kep.Ns., M.N.Sc
Editor : Rafi





