Kontroversi Female Genital Mutilation (FGM): RABOAN CBMH UGM Mengupas Polemik FGM dari Berbagai Perspektif

Yogyakarta, 6 Mei 2026 – Female Genital Mutilation (FGM) atau Pemotongan/Pelukaan Genital Perempuan (P2GP) menjadi bahasan yang cukup menarik dalam RABOAN “Research and Perspective Sharing” kali ini. Mengangkat tema “Female Genital Mutilation (FGM): Menimbang Perspektif Kesehatan, Hukum, Agama, dan Budaya dalam Kajian Multidisiplin”, diskusi berlangsung dinamis dan interaktif dengan menghadirkan narasumber pakar Dr. Diah Wulandari, M.Keb (Ketua Program Studi Magister Kebidanan).

Dr. Diah menjelaskan bahwa praktik FGM/P2GP masih banyak ditemukan di Indonesia dan kerap dipertahankan atas nama tradisi, identitas budaya, hingga keyakinan moral terhadap perempuan. Namun, dari perspektif kesehatan dan HAM, praktik ini dinilai tidak memiliki manfaat medis dan berisiko menimbulkan dampak fisik maupun psikologis jangka panjang.
Diskusi berlangsung interaktif dengan menyoroti perdebatan mengenai definisi FGM dan praktik sunat perempuan di Indonesia. Terdapat peserta yang memandang praktik sunat perempuan yang dilakukan secara simbolik berbeda dengan FGM yang banyak ditemukan di negara lain. Namun, perspektif kesehatan dan hak asasi manusia menegaskan bahwa segala bentuk pelukaan genital tanpa indikasi medis tetap memiliki risiko terhadap kesehatan perempuan dan anak perempuan. read more