• UGM
  • IT Center
Universitas Gadjah Mada Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Visi & Misi
    • Sejarah
  • Staf dan Afiliasi
    • Pimpinan
    • SDM
    • Researchers
    • Kolaborator Nasional
    • Kolaborator Internasional
    • Magister Bioetika
    • UNESCO Chair on Bioethics
  • Kegiatan dan Berita
    • Berita Terbaru
    • Pelatihan
    • Pendidikan
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
    • Program Rutin
      • Raboan
      • Bioethics HELP Course
    • International Conference
      • IBHC 2024
    • Konsultasi Klinis
    • SDGs
    • Acara Mendatang
  • Artikel dan Publikasi
    • Ethics & Perspectives
    • Briefings and Publications
      • Journal Article
      • Book Chapter
      • Teaching Module
      • Project Report
      • Others
  • Kursus dan Pelatihan
    • Kursus
  • Beranda
  • Activity
  • Kontroversi Female Genital Mutilation (FGM): RABOAN CBMH UGM Mengupas Polemik FGM dari Berbagai Perspektif

Kontroversi Female Genital Mutilation (FGM): RABOAN CBMH UGM Mengupas Polemik FGM dari Berbagai Perspektif

  • Activity, Artikel Terbaru, Berita SDGs, Raboan
  • 2 June 2026, 09.45
  • Oleh: ahmaddedi83
  • 0
SUNAT PEREMPUAN - CBMH UGM

Yogyakarta, 6 Mei 2026 – Female Genital Mutilation (FGM) atau Pemotongan/Pelukaan Genital Perempuan (P2GP) menjadi bahasan yang cukup menarik dalam RABOAN “Research and Perspective Sharing” kali ini. Mengangkat tema “Female Genital Mutilation (FGM): Menimbang Perspektif Kesehatan, Hukum, Agama, dan Budaya dalam Kajian Multidisiplin”, diskusi berlangsung dinamis dan interaktif dengan menghadirkan narasumber pakar Dr. Diah Wulandari, M.Keb (Ketua Program Studi Magister Kebidanan).

Dr. Diah menjelaskan bahwa praktik FGM/P2GP masih banyak ditemukan di Indonesia dan kerap dipertahankan atas nama tradisi, identitas budaya, hingga keyakinan moral terhadap perempuan. Namun, dari perspektif kesehatan dan HAM, praktik ini dinilai tidak memiliki manfaat medis dan berisiko menimbulkan dampak fisik maupun psikologis jangka panjang.
Diskusi berlangsung interaktif dengan menyoroti perdebatan mengenai definisi FGM dan praktik sunat perempuan di Indonesia. Terdapat peserta yang memandang praktik sunat perempuan yang dilakukan secara simbolik berbeda dengan FGM yang banyak ditemukan di negara lain. Namun, perspektif kesehatan dan hak asasi manusia menegaskan bahwa segala bentuk pelukaan genital tanpa indikasi medis tetap memiliki risiko terhadap kesehatan perempuan dan anak perempuan.

Dr. Diah menegaskan bahwa FGM/P2GP tidak memiliki manfaat medis dan dapat menimbulkan dampak fisik maupun psikologis, mulai dari nyeri, perdarahan, infeksi, trauma psikologis, hingga komplikasi reproduksi. Oleh karena itu, masalah FGM ini perlu dipahami tidak hanya dari aspek kesehatan, tetapi juga hukum, budaya, agama, dan bioetika. Diskusi juga menekankan pentingnya upaya kolaboratif antara tenaga kesehatan, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, pembuat kebijakan, dan komunitas dalam membangun edukasi yang sensitif budaya sekaligus melindungi hak dan kesehatan perempuan serta anak perempuan.

Kegiatan ini relevan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 5 (Gender Equality), dan SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) dalam upaya menciptakan masyarakat yang sehat, setara, dan berkeadilan.

Rekaman Raboan ini dapat disimak kembali di YouTube:
https://www.youtube.com/live/FLVjNGL2ISg?si=bBrl4ndSu1gB_K8l

Reporter: Ika Setyasari, S.Kep.Ns., M.N.Sc
Editor: Rafi

Tags: SDGs 16 SDGs 3 SDGs 5

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Berita lainnya

  • SUNAT PEREMPUAN - CBMH UGM Kontroversi Female Genital Mutilation (FGM): RABOAN CBMH UGM Mengupas Polemik FGM dari Berbagai Perspektif
    June 2, 2026
  • BPJS Justice BPJS dan Keadilan: Apakah “Setara” Selalu Berarti “Adil”?
    May 29, 2026
  • article bioetika Clinical Ethics Support (CES) : Membantu Tenaga kesehatan dan Tenaga medis Menghadapi Dilema Etik di Pelayanan Medis
    May 26, 2026
  • Talasemia Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata: Pentingnya Skrining Dini
    May 25, 2026
  • ARTIKEL BIOETIKA Ketika Perawatan Tak Lagi Memberikan Harapan: Memahami Dilema Etis Perawatan yang Sia-Sia (Futile Care)
    May 12, 2026
  • Menimbang Etika di Balik Popularitas: Raboan CBMH UGM Bahas Peran Health Influencer dalam Kesehatan Publik
    April 23, 2026
Universitas Gadjah Mada

Gedung Penelitian dan Pengembangan FKKMK UGM Lt. 1 Sayap Utara

0274 547489
cbmhfkugm@ugm.ac.id

© Center for Bioethics and Medical Humanities Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY